Ber-Analog lewat Disposable Camera

Harajuku Street, 24 July 2018 sore 

Sisi lain dari Harajuku ini diabadikan oleh Disposable Camera Fuji Simple Ace. Pada cetakan digital dari negatif film ini pula begitu jatuh hati pada analog camera besutan Fujifilm ini. 

Oke, sebenernya ini bukan kali pertama kenal sama analog camera. Beberapa bulan lalu pernah punya kamera analog dari Yashica Electro 35mm. Itungannya nekat beli kamera ini, mengingat galau pengen punya kamera ini atau polaroid (yang punya biaya cetak yang jauh lebih tinggi). Tapi sampai sekarang kamera itupun gak pernah kepake karena susahnya minta ampun. Tapi gak membuat semangat beranalogku hilang, karena sisa-sisa rasa penasaran dengan kamera analog itu pun terbayar dengan beli beberapa disposable camera waktu jalan-jalan ke Jepang (karena disanalah surga disposable camera). Dengan minim pengetahuan tentang komposisi dan camera rule (walapun pernah kuliah komunikasi dan bahas tentang kamera analog selama satu semester tapi tetep aja ZONK) asal jeprat jepret sana sini tanpa effort. 

Sekembalinya dari Negeri sakura itu, kuberanikan untuk cetak negatif film-nya. Referensi cetak foto analog ketika cari di google adalah Soup n Film yang dulunya ada di STC Senayan yang sekarang udah pindah di Gedung Bara Futsal Jalan Palatehan. Pas banget tempat ini bisa ditempun dalam waktu 15 menit dari kantor, sambil bawa 2 kamera (satunya punya temen) kesana dan minta di cuci scan sama petugas yang jaga disana dan diarahkan untuk klik proses color 41. Biaya untuk proses ini kisaran Rp 65.000 (detail services bisa di akses di link ini)& film negatif akan dianter ke alamat kita lewat kurir dengan biaya Rp 9.000. 

Bim sala bim..... 




Notif email dari soupnfilm sehari setelah masukin film pun datang. Yups, sehari setelah masukin film, dalam angan dan bayangan masih terpatri jaman dulu cuci cetak foto bisa berhari-hari baru jadi, culture kecepatan ini agak bikin syok. Jadilah foto-foto ini berbentuk softfile yang bisa kita upload lewat media sosial, atau apapun itu. Dari 27 film yang ada di camera ini, cuma beberapa aja yang bisa di publish atau keliatan jelas (bener-bener ada pelajaran berharga tentang teknik foto analog). Maklum karena kita cuma bisa mengandalkan view finder tanpa tahu hasil dan komposisi yang apik (kalau jelek bisa dijepret ulang dan diatur lagi settingnya). Ini adalah beberapa hasil jepretan camera disposable-nya. 

Shinjuku, 24 July 2018 siang 

Dekat Stasiun Otsuka, 23 July 2018 siang

Harajuku Street, 23 July 2018 sore 

Akihabara , 22 July 2018 siang




Ternyata semenarik itu menunggu proses cuci scan film negatif jadi hasil digital. Selama ini camera digital selalu jadi hero di segala situasi karena langsung keliatan gimana hasilnya dan bisa langsung di share di smartphone dan langsung tayang saat itu juga. Soal kecepatan memang gak bisa diandalkan dari kamera sekali pakai ini, tapi jadi kepuasan tersendiri kalau foto bisa jadi atau bisa enak dilihat dan dipamerin. 

Last but not least, gak fair kalau hanya share hasilnya aja tanpa tahu si disposable camera ini gimana bentuknya. Per-July 2018 kemarin beli item ini seharga 880 Yen di Bic Camera. Pastilah yang namanya diposable pastilah cuma sekali pakai atau gak bisa dipakai lagi setelah di bongkar body ini dibungkus plastik (doang) dan cara bukanya kayak buka ciki atau snack gitu. 

Tara (maaf cuma share bentuk luarnya aja ) .... 






Semoga cerita ini bermanfaat, dan sampai jumpa di lain cerita. 


Warm Regards, 

Amal 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Lipsync

(Hampir) Gagal Terbang Karena Salah Nama,Pesan Lewat Traveloka

100ml Pertama