Puisi Tidak Menyelamatkan Apapun
Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun memberi keberanian membuka jendea dan pintu pada pagi hari. menyeret kakiku menhadapi dunia yang meleleh di jalan-jalan kota yang tidak berhenti berasap Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun dari matanya kulihat seekor anjing berjalan menuntun seorang pria tua buta di taman. dari hidungnya kuhirup ladang-ladang jauh yang tumpah sebagai parfum mahal di pakaian orang asing. Dari telinganya kusimak musik dari getar senar gitar para imigran bernasib gelap. Puisi tidak menyelamatkan apapun, namun jari-jarinya menyisir rambutku yang dikacaukan cuaca. Sepasang lengannya memeluk kegelisahanku. Tubuh ayahku kumakamkan di punggungnya yang bersayap. Tanah kulahiranku memanggil-manggil di suaranya yang sayup. Dan di lembab bibirnya kukecap senyummu berulang kali setiap redup dan berharap. Puisi Tidak Menyelamatkan Apa Pun - M Aan Mansyur. Tidak Ada New York Hari Ini. Banyak hal mengapa kita selalu jatuh cinta berulang k...