Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Puisi Tidak Menyelamatkan Apapun

Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun memberi keberanian membuka jendea dan pintu pada pagi hari. menyeret kakiku menhadapi dunia yang meleleh di jalan-jalan kota yang tidak berhenti berasap Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun dari matanya kulihat seekor anjing berjalan menuntun seorang pria tua buta di taman. dari hidungnya kuhirup ladang-ladang jauh yang tumpah sebagai parfum mahal di pakaian orang asing. Dari telinganya kusimak musik dari getar senar gitar para imigran bernasib gelap. Puisi tidak menyelamatkan apapun, namun jari-jarinya menyisir rambutku yang dikacaukan cuaca. Sepasang lengannya memeluk kegelisahanku. Tubuh ayahku kumakamkan di punggungnya yang bersayap. Tanah kulahiranku memanggil-manggil di suaranya yang sayup. Dan di lembab bibirnya kukecap senyummu berulang kali setiap redup dan berharap. Puisi Tidak Menyelamatkan Apa Pun - M Aan Mansyur.  Tidak Ada New York Hari Ini.  Banyak hal mengapa kita selalu jatuh cinta berulang k...