Puisi Tidak Menyelamatkan Apapun

Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun memberi
keberanian membuka jendea dan pintu pada pagi hari.
menyeret kakiku menhadapi dunia yang meleleh
di jalan-jalan kota yang tidak berhenti berasap

Puisi tidak menyelamatkan apa pun, namun dari matanya
kulihat seekor anjing berjalan menuntun seorang pria tua
buta di taman. dari hidungnya kuhirup ladang-ladang jauh
yang tumpah sebagai parfum mahal di pakaian orang asing.
Dari telinganya kusimak musik dari getar senar gitar para
imigran bernasib gelap.

Puisi tidak menyelamatkan apapun, namun jari-jarinya
menyisir rambutku yang dikacaukan cuaca. Sepasang
lengannya memeluk kegelisahanku. Tubuh ayahku
kumakamkan di punggungnya yang bersayap. Tanah
kulahiranku memanggil-manggil di suaranya yang sayup.

Dan di lembab bibirnya kukecap senyummu
berulang kali setiap redup dan berharap.

Puisi Tidak Menyelamatkan Apa Pun - M Aan Mansyur. 
Tidak Ada New York Hari Ini. 

Banyak hal mengapa kita selalu jatuh cinta berulang kali ketika membaca puisi.

  1. Jelas karena kata-kata yang bersayap. Dari kata-katanya kita bisa saja tersanjung sekaligus tersinggung. 
  2. Bait-bait sajak yang berbaris dengan indahnya, seperti melantunkan nada-nada merdu. 
  3. Untuk orang yang ingin menyampaikan maksud hatinya, namun terlilit rasa malu dan takut mungkin bisa menuliskan puisi kepada seseorang yang ingin diajak bicara. Biarkan orang itu memaknai sendiri apa arti dibalik kata-kata itu. 

Apakah kamu juga suka membaca dan membuat puisi?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Lipsync

(Hampir) Gagal Terbang Karena Salah Nama,Pesan Lewat Traveloka

100ml Pertama