Balada Lipsync
Semua orang pasti pernah
bersenang-senang dengan karaoke di sebuah tempat karaoke atau sekedar karaoke
di rumah bahkan di kamar mandi. Apakah kamu pernah bernyanyi selama dua jam
dengan kualitas maksimal yang kamu miliki? Seperti menyanyikan nada-nada tinggi
tanpa merendahkan tone dari semula. Apa yang kamu rasakan?
Saya pernah mencoba karaoke di
sebuah tempat karaoke, selama dua jam bersama kolega dengan suara music yang
begitu kencang dan tempat yang relative kecil. Pada saat itu saya tidak
bernyanyi penuh, hanya beberapa lagu saja namun dengan kualitas yang maksimal,
bahkan terdapat teriakan di berbagai nada tinggi di lagu-lagu tertentu. Setelah
keluar dari tempat tersebut, tenggorokan benar-benar nyeri dan pendengaran
berdengung dan tidak berfungsi dengan baik. Hal seperti itu juga kita rasakan
ketika menghandiri sebuah konser.
Pengalaman tersebut hanya sebuah
pengantar dari keberpihakan saya terhadap kasus “Lipsync” dalam dunia
entertainment khususnya di bidang tarik suara. Definisi dasar dari lipsync itu
sendiri adalah singkatan dari lip synchrinisation yaitu sikap seseorang
seolah-olah benar-benar bernyanyi dengan menggerakan bibir dibarengi dengan
lagu yang diputas melalui kaset atau media pendukung lain. Sering kita lihat dalam sebuah tayangan acara televisi,
mendapati seseorang penyanyi yang tidak menyanyikan bagiannya dengan tepat
padahal lagu yang diputar berjalan dengan baik. Ketika kita melihat peristiwa
tersebut maka kita akan menyimpulkan bahwa pernyanyi tersebut melakukan “Lipsync”.
Di beberapa negara seperti China
sudah melarang hal tersebut, diikuti beberapa acara telivisi di berbagai negara
juga melarang hal tersebut karena menilai bahwa Lipsync merupakan tindakan
penipuan. Disamping itu lipsync juga dianggap merusak profesionalisme seorang
penyanyi, karena menyanyi dengan maksimal dalam waktu yang cukup lama seharusnya
sudah mereka latih sejak berkomitmen untuk menghibur penggemar mereka.
Kembali kepengalaman yang kita
semua pernah alami diatas, bayangkan bahwa seorang penyanyi memiliki sebuah konser pribadi, harus
bernyanyi secara penuh dalam waktu tiga jam berturut-turut, dengan berbagai
tempo, bahkan diiringi dengan gerakan yang energik dari masing-masing lagu, dan
dikelilingi oleh sound system yang memiliki desible yang sangat tinggi. Saya
pribadi menilai seorang professional pun akan sulit melewati konser seperti itu
tanpa adanya beberapa lagu yang dinyanyikan secara lipsync, meskipun mereka
sudah berlatih dengan baik.
Teknologi diciptakan untuk
melengkapi kekurangan manusia. Mungkin lipsync juga diciptakan untuk menutupi
manusia yang tidak bisa sepenuhnya sempurna. Apalagi kondisi fisik dan pikiran
kita tidaklah selalu dalam kondisi yang statis, namun sangat beragam sedangkan tuntutan akan penampilan yang luar biasa selalu ada.
Uraian ini hanyalah uraian pendapat, mungkin ada yang sangat menentang hal
tersebut, ada juga yang sepaham dengan saya sangatlah diperbolehkan. Semoga kita akan tertap terhibur dengan penampilan bintang idola kita bagaimana pun cara mereka menghibur kita. Percayalah, bahwa tidak ada idola yang tidak benar-benar berusaha untuk para fans yang telah mendukungnya.
Image Source : www.gettyimage.com
Image Source : www.gettyimage.com

Komentar
Posting Komentar